Kamis, 10 Januari 2013

Zircon

Zircon

Nama zircon berasal dari bahasa Persia "zargun" yang artinya warna keemasan. Batu yakut atau zircon mempunyai nilai keras 7.5 berdasarkan daftar keras Mohs, mereka menempati di urutan ke lima setelah batu intan, corundum, chrysoberyl dan topaz.
 


Warna batu yakut atau zircon bisa bermacam-macam seperti kuning, coklat, merah, hijau, biru dan adapun yang tak berwarna. Sebagian dari batu zircon tidak tembus cahaya yang juga disebut dengan zircon biasa dan biasanya tidak digunakan dalam perhiasan. Batu zircon adalah sebuah mineral yang bisa ditemukan dimana saja di bumi ini dan merupakan barang yang umum.

Batu yang tergolong dalam batu zircon akan berubah-ubah warnanya jika dipanaskan. Batu zircon yang berwarna biru pucat dinamakan starlites dan yang berwarna merah kecoklatan disebut hyacinth. Kini kebanyakan batu zircon dijual sebagai perhiasan berwarna biru. Warna ini dihasilkan dari zircon berwarna coklat yang diproses melalui pembakaran. Sebelum tahun 1900an zircon yang paling umum adalah yang berwarna oranye atau coklat kemerahan yang disebut juga "hyacinth"

Zircon tidaklah sama dengan cubic zirconia (C.Z). Zircon adalah batu alami yang memiliki kecermelangan (brilliance) cukup tinggi dan kilauan (luster) seperti batu berlian. Cubic zirconia adalah batu buatan manusia dengan unsur kimiawi berbeda. Bila keduanya diasah dengan baik dan tanpa warna akan mirip dengan batu berlian. Sebelum cubic zirconia dijual di pasaran awal 1970an zircon tanpa warna banyak digunakan sebagai pengganti batu berlian sehinga banyak orang beranggapan zircon adalah batu palsu. Kini CZ adalah tiruan batu berlian yang paling populer menggantikan zircon tanpa warna.

Batu zircon yang tak berwarna jika diserdi faset lalu bisa dijadikan seperti intan matura. nama intan matura ini diambil dari nama tempat di SriLanka dimana mereka ditambang. Oleh karena itu orang harus berhati-hati membeli intan jangan sampai keliru membeli zircon matura. Batu zircon adalah batu yang amat cocok untuk dijadikan sebagai pengganti intan asli, selain kilauan atau pantulannya yang tinggi, warnanya yang mirip intan, membuat batu ini hampir tidak bisa dibedakan dan membuat banyak orang tertipu sekaliguspun penjualnya.

Penghasil zircon terbesar adalah Thailand, Srilanka dan Kamboja. Namun zircon juga ditemukan di Myanmar, Vietnam, Tanzania, Perancis dan Australia. Bangkok merupakan pusat pengasahan dan pemasaran zircon terbesar di dunia.


Rabu, 09 Januari 2013

Sejarah & Asal-usul Batu Intan (Berlian)

Berlian berasal dari bagian terdalam gunung berapi yang juga mengandung atom dan karbon. Pada kenyataannya berlian merupakan kristal transparan yang mengikat empat bagian karbon atom. Batu berlian terbawa kepermukaan bumi melalui letusan volkanik. Menurut penelitian, naiknya berlian kepermukaan bumi dikarenakan batu yang mencair. Berlian dikembangkan dari bermil-mil bagian dalam permukaan bumi, pada kerendahan 150 km (90 mil), pada tekanan kira-kira 5 giga pascal dengan temperatur sekitarnya 1200 derajat celcius (2200 derajat Fahrenheit). Berlian bisa menjadi bentuk alami lain sesuai tingginya tekanan, secara relatif pada saat temperatur rendah. Namun sangat disayangkan berlian tidak bisa terbentuk dari bawah laut.
Sejak zaman purbakala bahkan pada saat penamaan berlian itu sendiri, berlian terkenal sebagai material yang paling keras ke tiga setelah ‘Aggregated diamond nanorods’ dan ‘Ultrahard Fullerite’.
Menurut sejarahnya, nama berlian itu sendiri diambil dari bahasa Yunani kuno yang artinya “Tak Terkalahkan”.
Berlian muncul kepermukaan bumi sudah sangat lama, berkisar dari 1-3,3 milyar tahun yang lalu. Berlian pertama kali dikenali dan ditambang di India. 

Cara membedakan berlian asli dan imitasi


Berlian selalu menjadi daya tarik setiap wanita. Harganya yang mahal dan langka membuatnya sangat riskan untuk membelinya di toko perhiasan yang tidak terpercaya. Batu berlian yang asli dan imitasi sangat sulit untuk dibedakan. Tetapi jika mengetahui bagaimana cara membedakannya maka akan lebih memudahkan Anda untuk mendapatkan berlian yang disukai. Bagi para wanita yang tidak bisa membedakan mana berlian asli dan imitasi, maka ikuti beberapa tips berikut ini:

1. Menguji dengan bernapas pada berlian
Jika berlian asli, maka kabut yang dihasilkan akan menghilang dengan cepat. Tetapi jika berlian imitasi, maka batu berlian akan tetap berkabut selama beberapa detik.

2. Cermati setiap sisi pada berlian
Berlian asli akan memperlihatkan kilauan yang mempesona dari berbagai sisi. Berlian imitasi seringkali didesain hanya memberikan kilauan pada bagian atasnya saja, namun kurang berkilau dari sisi lainnya.

3. Letakan berlian di atas koran dan amati
Jika asli, maka Anda tidak akan bisa melihat tulisan pada yang berbayang pada batu berlian. Sebab berlian asli memiliki sisi bagian dalam yang kompleks, sehingga cahaya tidak akan bisa membuat bayangan pada batu berlian.

4. Lihatlah batu berlian dengan kaca pembesar
Jika Anda melihat goresan pada permukaannya, bisa dikatakan berlian tersebut imitasi, karena berlian yang asli tidak mudah tergores.

5. Bandingkan berat berlian yang Anda inginkan dengan berat berlian lainnya
Jika batu berlian terasa lebih berat, bisa jadi berlian yang Anda inginkan adalah produk imitasi yang terbuat dari batu Cubic Zirconia. Batu Cubic Zirconia berasal dari Austria yang memilki kilau batu seperti berlian.
Apa Bedanya INTAN Dengan BERLIAN
Banyak orang seringkali bingung mendengar istilah Intan dengan Berlian oleh karena itu akan di jelaskan mengenai kedua nama tersebut.
Intan merupakan sebutan ( dalam bahasa Indonesia )Untuk berlian kasar (Rough diamond) 
yang belum diolah, dan terbentuk dari mineral karbon yang mengkristal karena proses kimiawi di dalam perut bumi selama ratusan tahun hingga jutaan tahun. Intan dikategorikan sebagai batuan permata yang paling keras

Apa yang di maksud dengan? 
INTAN ALAMI DENGAN INTAN BUATAN
Setalah paham dengan pengertian INtan, kita masuk kepada kategori jenis Intan, Didunia ini ada dua jenis Intan yaitu intan alami dan intan buatan.
Intan alami terbentuk oleh tenaga endogen diperut bumi selama ratusan tahun hingga jutaan tahun sehingga intan jenis ini memiliki kualitas terbaik.
Namun karena kebutuhan akan intan yang semakin meningkat untuk industri permata ( bahan perhiasan ) dan proses alami memakan waktu terlalu lama, maka dibuatlah makmal (pemanas buatan) untuk mempercepat proses terjadinya Intan secara buatan.Hampir empat kali berat Intan dihasilkan dari proses ini Intan buatan disebut juga dengan INtan Sintetis.

Bagaimana Proses Mendapatkan INTAN ALAMI ?

Intan ditambang di deposit primer (Kimberlite dan Lamporite) dengan pipa-pipa vulkanis dan deposit sekunder (alluvial, onshore, dan offshore),  tempat kandungan intan berasal dari bahan - bahan yang di keluarkan dari dalam bumi dan karena tekanan dan temperaturnya sesuai untuk pembentukan intan.
Intan yang berada di dalam perut bumi di gali secara mekanis, tanah,batu-batuan dan pasir yang diambil dengan menggunakan peralatan canggih, dipilah dalam pabrik pemrosesan untuk menyortir mana yang batu biasa, pasir, dan intan.

Untuk apa saja INTAN Dimanfaatkan ?
Karena Intan memiliki sifat-sifat fisika yang istimewa yaitu kekerasan dan kemampuannya mendispersikan cahaya maka Intan diburu untuk digunakan sebagai perhiasan ( Berlian ) dan penerapan nya di berbagai industri. salah satunya Intan digunakan sebagai mata bor untuk pengeboran minyak bumi.

Bagaimana proses
INTAN menjadi BERLIAN ?

Seperti tadi yang sudah di jelaskan bahwa intan yang merupakan berlian kasar diburu untuk dijadikan perhiasan.
Nah Intan lantas diolah menjadi perhiasan dengan proses dan teknik tinggi dengan mempertimbangkan faktor 4C: Cut (irisan), Clarity (kejernihan), Colour (warna), dan Carat Weight ( Dimensi ukuran & berat ).
Intan hasil olahan inin dikenal sebagai batu permata yang populer disebut berlian, dan memiliki nilai estetika serta nilai ekonomi yang sangat tinggi.

SHAPE & CUT 

CLARITY
Berlian mampu memancarkan cahaya ini, inilah salah satu yang menjadikannya sebagai batu yang sangat istimewa. Pancaran cahaya ini akan terlihat sangat indah terutama karena tingkat kebeningannya.


Berlian yang memiliki tingkat kebeningan yang tinggi adalah berlian yang bebas dari inklusi atau cacat. Inklusi terjadi karena proses alamiah. Inklusi umumnya sulit terlihat oleh mata telanjang, namun keberadaannya pada berlian akan mengurangi nilai berlian tersebut.
Inklusi dapat terlihat seperti titik atau noda pada berlian, titik ini sebenarnya bisa merupakan kandungan Kristal yang terperangkap dalam berlian, jika kandungan Kristal ini banyak dan menyebar dalam ukuran sangat kecil (micro) maka akan membentuk seperti kabut (cloud) dalam berlian. Kristal juga ada yang berbentuk seperti jarum (needle). Inklusi juga bisa berupa seperti retakan didalam berlian. Intinya , kalo ada inklusi berarti berlian tak tampak jernih sempurna

Berlian FL, IF, VVS and VS adalah tipe yang sangat bagus kualitasnya, dengan tingkat inklusi rendah tentunya. Jadi kalo ada berlian yang didiskon, hati-hati, kemungkinan karena berlian itu adalah yang memiliki tingkat inklusi tinggi.

Bersambung




Selasa, 08 Januari 2013

Batu Aquamarine atau Batu Biru Laut

Batu aquamarine di Indonesia lebih dikenal dengan nama batu biru laut. Aquamarine yang artinya “air laut” adalah sejenis batu yang tergolong dalam mineral beryl (beryl dalam bahasa Yunani yang artinya biru kehijau-hijauan) sama seperti batu zamrut. Karena batu aquamarine dan batu zamrut sangat berkaitan maka mereka sering dibilang saudara. Warna-warna batu inipun tidak jauh-jauh dari namanya yaitu ada yang biru kehijauan, hijau bening dan biru laut namun batu aquamarine yang paling diminati adalah yang berwarna biru agak kental. Aquamarine dan zamrut sama-sama mempunyai nilai keras 7.5-8 berdasarkan daftar keras Mohs, mereka berdua menempati di urutan ke lima setelah batu intan, corundum, chrysoberyl dan topaz.

Batu aquamarine juga dapat dibentuk sebagai cabochon supaya menghasilkan efek asterism, efek sinar cahaya yang dihasilkan seperti batu safir bintang atau rubi bintang. Batu aquamarine tidak tahan dalam suhu yang tinggi dan jika dipanaskan dari 800-900 celsius warnanya akan hilang. Jumlah besi dalam struktur aquamarine akan mempengaruhi warna batu. Maka dari itu warna batu ini bervariasi dari biru sampai hijau, warna batu biru laut ini juga dipengaruhi oleh dimana komposisi zat besi itu berkumpul serta tingkat konsentrasinya zat tersebut dalam struktur kristal beryl ini. Warna batu aquamarine dapat dirombak dengan melalui proses heating atau pemanasan. Warnanya yang terlalu jernih dapat diperkental sesuai keinginan para peminat dalam proses tersebut. Batu biru laut juga sangat dikenal sebagai batu yang bebas inklusi.

Batu ini sangat digemari oleh orang-orang Eropa. Kaisar Brasil Dom Pedro dikatakan pernah memiliki batu aquamarine paling bagus dan berkualitas yang pernah ditemukan. Di tahun 1906, putri presiden Amerika Theodore Roosevelt diberikan batu aquamarine sebagai hadiah dan sejak itu batu aquamarine ini dikatakan telah meningkat kepopularitasannya.

Dengan teknologi yang canggih pada zaman ini sekarang orang-orang dapat membuat batu sintetis aquamarine dari bahan yang sama dengan aslinya yaitu beryl namun mereka dapat dibedakan dengan mudah. Aquamarine yang asli terasa dingin jika disentuh sedangkan yang palsu tidak, semua batu aquamarine yang asli akan mengambang jika dimasukkan ke dalam cairan bromoform sedangkan yang palsu akan tenggelam. Hal ini berbeda untuk menguji batu topaz yang disebut asli jika batu topaz tersebut tenggelam di cairan bromoform.

Bagi anda yang ingin membeli batu aquamarine perlu berhati-hati karena batu topaz yang berwarna biru muda sering dijual sebagai batu aquamarine karena mereka sangat mirip. Batu topaz dan batu aquamarine jelas-jelas merupakan dua mineral yang berbeda. Topaz berasal dari kristal arthorhombic sedangkan aquamarine (atau batu beryl) berasal dari keluarga kristal hexagonal. Fisik properti dari kedua batu ini amat serupa namun salah satu perbedaannya terletak pada properti refraksi mereka, topaz memiliki refraksi yang lebih kuat dibandingkan dengan batu biru laut. Komposisi dan kekerasannya juga jelas berbeda. Kadang para penjual yang tidak bertanggung jawab juga sering menggunakan batu zircon biru yang telah melalui proses pemanasan untuk merombak warnanya dan menjualnya sebagai batu aquamarine. Batu-batu serupa lainnya adalah batu spinel biru dan indicolite tourmaline. Maka dari itu sangatlah penting untuk membeli batu biru laut atau batu permata lainnya dari sumber yang terpercaya.

Negara Brazil banyak menghasilkan batu aquamarine.

Kegunaan atau manfaat
batu aquamarine dipercayai memiliki pengaruh-pengaruh antara lain mempertinggi rasa kasih sayang dalam suatu keluarga dan memberi kebahagiaan terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan laut.

Dalam sisi astrology, zodiac dan hadiah pernikahan
Dalam dunia astrology atau perbintangan batu aquamarine adalah batu untuk orang yang lahir di bulan Maret (sama halnya dengan bunga narcissus atau bunga daffodil) dan batu aquamarine dihubungkan dengan zodiac Pisces.


Jenis batu-batuan lainnya antara lain:
Batu Garnet (Batu Biduri Delima) Batu Amethyst (Batu Kecubung Kasihan) Batu Aquamarine (Batu Biru Laut) Batu Intan (Berlian) Batu Zamrud Batu Mutiara Batu Mirah (Ruby) Batu Peridot Batu Safir Batu Opal (Batu Kalimaya) Batu Topaz (Batu Ratna Cempaka) Batu Pirus (Turquoise) Batu Giok Batu Darah Batu Biduri Bulan (Moonstone) Batu Chrysoberyl Batu Yakut (Zircon) Batu Tourmaline Batu Amber (Barnsteen) Batu Spinel Batu Jenis lain-lainnya.

Nasib Penemu INtan Trisakti


CEMPAKA (Banjarbaru, Kalsel) sepertinya memang sudah ditakdirkan memiliki potensi kekayaan alam berupa intan yang luar biasa. Sejarah penemuan intan Trisakti yang terkenal itu, menjadi inspirasi bagi masyarakat paling timur Banjarbaru untuk menekuni profesi mendulang hingga kini
BETAPA pentingnya sejarah intan Trisakti tersebut, sampai-sampai PT Rumah Ciniru Jakarta pernah mengangkatnya dalam sebuah film berjudul Jakarta Project karya sutradara berbakat Indra Yudhistira Ramadhan tahun 2001. Film yang dibintangi Claudia Harahap, Ba'i Soemarlono, Syarmi Amanda, Poppy Devina dan Matthew Holmes dengan durasi 108 menit menghebohkan kancah dunia film Indonesia.
Cerita Jakarta Project yang penulis simak, menggambarkan adegan aktivitas seorang pendulang intan tengah berada di kedalaman galian 12 meter, lebih dalam ketimbang galian lain yang pernah dibuat di pendulangan intan wilayah Kota Idaman.

Tanpa sengaja Sukri salahsatu warga Cempaka menemukan sebongkah batu kecil. Lalu dimasukkannya ke saku baju. Sukri pun naik ke tebing.

Sambil duduk istirahat menikmati teh, Sukri menunjukkan temuannya pada seorang teman seregu bernama Samlan. Dia merupakan pemimpin regu, mendekat dan mengamati batu itu.

Seketika bulu kuduknya berdiri. Intan!, serunya seperti kesurupan, direnggutnya intan itu dan dibawa berlari ke rumahnya sembari memekik-mekik. ''Intan! Intan! Intan!'

Pada saat bersamaan, di hari Kamis 26 Agustus 1965, pasar di Martapura merupakan pasar jual beli intan, terbakar habis. Dan dipercaya kejadian dahsyat itu biasanya mengiringi penemuan intan besar.

Cerita tentang penemuan intan itu pun tersebar luas. Sejumlah perantara mendatangi rumah Samlan, mengamati batu intan terbesar yang pernah mereka lihat. Pun penduduk desa di Cempaka yang ingin melihat batu intan itu, mereka telah membentuk antrean sepanjang satu kilometer. Pikiran Samlan benar-benar kosong. Ia jadi sukar tidur.

Nah, utusan dari Cempaka membawa intan 166,75 karat--yang kemudian dikenal sebagai Intan Trisakti--ke Martapura untuk ditunjukkan pada Bupati dan Kepala kepolisian di Kabupaten Banjar hingga akhirnya diberikan pada Presiden RI (waktu itu Ir Soekarno).

Jadi, akhirnya delapan orang penting setempat dan dua pendulang membawa intan itu ke Jakarta. Samlan bersama empat pendulang seregunya ikut terbang pula. Sayangnya, tahun 1965 tak bersikap ramah bagi penemuan intan besar di Indonesia ini.

Pemerintah menghadapi percobaan kudeta; dan pejabat pemerintah terlalu sibuk untuk menemui para pendulang. Saat itu, para pendulang menerima pembayaran uang muka yang kemudian dibagi-bagi. Yang diterima Samlan, hanya cukup untuk membangun sebuah rumah.

Beberapa tahun kemudian, regu pendulang Intan Trisakti berangkat ke Jakarta dengan biaya sendiri untuk melacak keberadaan temuan mereka dan mencoba mendapatkan bagian keuntungan mereka. Namun setiap kali mereka di pingpong dari satu kantor ke kantor lain, hingga uang mereka habis. Mereka tak pernah menerima bayaran sisa. Samlan dan regunya kembali bergulat dengan lumpur. Berharap mendulang intan lagi, seperti Intan Trisakti

Enam bulan kemudian, pemerintah membiayai regu pendulang ini untuk menunaikan ibadah haji, bersama para istri dan penyokongnya. Tak lama setelah kembali, mereka mendapat bayaran lagi. Saat itu, intan sudah berada di Belanda untuk dipotong dan digosok. Pada para pendulang disampaikan, mereka akan mendapat bayaran sisanya. Setelah itu, tak jelas benar nasib intan Trisakti tersebut hingga sekarang.